Saturday, February 23, 2013

KEBESARAN ALLAH

BUKTI Kebesaran ALLAH Pada Mahluk Ciptaan-Nya. . . .

 
Mengapa Ayam Mampu Melihat Malaikat, Sedangkan Keledai Tidak?

Mampirlah sebentar, baca dan resapilah lalu ucapkanlah: Subhanallah.

Banyak sudah penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran sabda-sabda Nabi SAW secara ilmiah. Berikut ini adalah salah satunya. Nabi SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ، فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

"Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan." (Shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Kita sering kali mendengar hadits ini tetapi bisa jadi jarang memikirkannya dan tidak terlintas dalam benak kita untuk meneliti secara ilmiah mengapa itu terjadi.

Kemampuan sistem visual manusia di dunia ini terbatas. Dalam hal ini justru kalah dengan sistem visual keledai dan ayam jantan. Pandangan mata manusia terbatas dan tidak dapat melihat apa yang berada di bawah sinar infra merah atau di atas sinar ultraviolet.

Tapi kemampuan indera ayam jantan dan keledai melewati batas itu. Pertanyaannya sekarang, bagaimana keledai dan ayam bisa melihat setan dan malaikat, bukan sebaliknya?

Keledai itu dapat melihat dengan sinar infra merah, sedangkan setan sendiri berasal dari jin yang diciptakan dari api. Artinya, setan termasuk dalam lingkup infra merah. Karena itulah, keledai dapat melihat setan, tetapi tidak bisa melihat malaikat.
Adapun ayam jantan, ia mampu melihat sinar ultraviolet, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya, artinya dari sinar ultraviolet. Karena itulah, malaikat dapat dilihat oleh ayam jantan.

Hal ini menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yang disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri.

Mengapa setan menghindar bila ada malaikat?

Jawabannya adalah karena setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.

Maha Suci Allah...!

TERJEMAH Bahasa INDONESIA Ke Malaysia

Terjemahan Bahasa Indonesia & Malaysia, Ngakak BRO!!!



* INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
* MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (Menteri kurang ajar ini suka main Tuduh Menuduh)

* INDONESIA : Kementerian Agama
* MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (yakin nih tak berdosa ?)

* INDONESIA : Angkatan Darat
* MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (aduuh capek banget kayak gak ada kerjaan lain)

* INDONESIA : Angkatan Udara
* MALAYSIA : Laskar Angin-Angin (merasa kepanasan)

* INDONESIA : Pasukaaan bubar jalan !!!
* MALAYSIA : Pasukaaan cerai berai !!!(Oh my goshhhh)

* INDONESIA : Merayap
* MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Jangan gila dong..itu istrinya Pak Mi)

* INDONESIA : rumah sakit bersalin
* MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih.) Haha.

* INDONESIA : telepon selular
* MALAYSIA : talipon bimbit

* INDONESIA : Pasukan terjun payung
* MALAYSIA : Aska begayut (bergayut di lengan yg kokohhhhhhhh ..kaleee)

* INDONESIA : belok kiri, belok kanan
* MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )

* INDONESIA : Departemen Pertanian
* MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie.)

* INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
* MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

* INDONESIA : gratis bicara 30menit
* MALAYSIA : percuma berbual 30minit (suka berbohong?)

* INDONESIA : tidak bisa
* MALAYSIA : tak boleh

* INDONESIA : WC
* MALAYSIA : tandas

* INDONESIA : Satpam/sekuriti
* MALAYSIA : Penunggu Maling (keekkekekemaling doank yang ditungguin)

* INDONESIA : Aduk
* MALAYSIA : Kacau (ribet yaaah)

* INDONESIA : Di aduk hingga merata
* MALAYSIA : kacaukan tuk datar (jangan dikacaukan tuk tegak wakakaka)

* INDONESIA : 7 putaran
* MALAYSIA : 7 pusingan

* INDONESIA : Imut-imut
* MALAYSIA : Comel benar (baah..!)

* INDONESIA : pejabat negara
* MALAYSIA : kaki tangan Negara

* INDONESIA :bertengkar
* MALAYSIA : bertumbuk

* INDONESIA : pemerkosaan
* MALAYSIA : perogolan

* INDONESIA : Pencopet
* MALAYSIA : Penyeluk Saku (kalo ngambilnya dari tasapa dwonkkk? penyeluk tas?)

* INDONESIA : joystick
* MALAYSIA : batang senang (dildo ?)

* INDONESIA : Tidur siang
* MALAYSIA : Petang telentang (gak boleh tengkurap?)

* INDONESIA : Air Hangat
* MALAYSIA : Air Suam

* INDONESIA : Terasi
* MALAYSIA : Belacan (hmsama dengan bahasa melayu )

* INDONESIA : Pengacara
* MALAYSIA : Peguam

* INDONESIA : Sepatu
* MALAYSIA : Kasut (temennya kasur )

* INDONESIA : Ban
* MALAYSIA : Tayar (Tonjok.kalo bahasa Jatim)

* INDONESIA : remote
* MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya bodyguard jarak jauh ?)

* INDONESIA : kulkas
* MALAYSIA : peti sejuk (weleh)

* INDONESIA : chatting
* MALAYSIA : bilik berbual (wwkkwkwk..bener jugatempat para pembual)

* INDONESIA : rusak
* MALAYSIA : tak sihat

* INDONESIA : keliling kota
* MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (kalau sering main ke Bandar togel..abis terus duitnya)

* INDONESIA : Tank
* MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)

* INDONESIA : Kedatangan
* MALAYSIA : ketibaan

* INDONESIA : bersenang-senang
* MALAYSIA : berseronok (Kena UU pornografi lhooo)

* INDONESIA : bioskop
* MALAYSIA : panggung wayang (hahahahah .)

* INDONESIA : rumah sakit jiwa
* MALAYSIA : gubuk gila (Gubug Derita kaleee)

* INDONESIA : dokter ahli jiwa
* MALAYSIA : Dokter gila (jadi sebenernya yang gila sapa.hehehe. ..)

* INDONESIA : narkoba
* MALAYSIA : dadah (?????.byeeeeee, bubyeee, papaiii)

* INDONESIA : pintu darurat
* MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah .)

* INDONESIA : hantu pocongkkkkkkk
* MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, bang pakai karet merah)

* INDONESIA : Kipas Angin
* MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe.)

Friday, February 22, 2013

Cerita Lucu. . . .


 Ngakak BARENG. . . . 


Bu Guru: Anak-anak, Kenapa kita harus mencegah terjadinya perang?!
Murid : Biar tidak makin banyak nama-nama pahlawan yang harus kita hapal Bu.
Bu Guru: %&#$*&#??... #$**())
-----------------------------------
CO: Di antara semua bagian tubuhmu ak paling suka jari kelingking mu
Ce: Lho napa bang?
CO: soalnya cocok banget untuk korek upilku
Ce: *%$#^@(-- $%$#%*@) T_T
----------------------------------
Seorang baby sitter baru sedang merayu anak balita majikan nya agar mau tidur siang,
Baby sitter: "Dek.....Bobo yuuuk"
Si anak menjawab : "Dasar kau keong racun, baru kenal udah ngajak tidur..."
---------------------------------
Kepada Yth Tuhan di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.

Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah,Rp 10.000 untuk membayar uang seragam,dan uang buku Rp 10.000.

Jadi semuanya Rp 60.000

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari : Rio

Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.

Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya.
Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.

Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan : " Dari Tuhan di Surga " dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Rio.

Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-.

Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :

TERIMA KASIH TUHAN, TAPI LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-

Thursday, February 21, 2013

PANTUN LUCU

pohon pisang daunnya layu
bisa dijadikan pupuk disawah
saat abang bilang i lap yu
ku cuma bisa bilang, cius miapah


Pergi ke hutan mencari jerapah
Jangan lupa bawa palu
sekali lagi lu bilang cius miapah
gue tabok pala lu

Ke bali bertemu bayu
Sekalian membeli pernak-pernik
Kalau kamu pintar merayu
Rayulah cewe cantik


Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas


Pergi ke pasar naik onta
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta
 terbangn di sianq hari
siap2 mao mandi
nggak usah gosok gigi
BIAR KUNINQ Tuh GIGI

 
Burung Glat!k
lagi Mkan Tebu. . .
Kmu memang cant!k
tp! k0k badannya bau.

GoOd morn!ng
selam4t p4g!
g!gi kun!ng
g pernah sikat gig!


naik delman
mau ke taman
dia tampan
tapi ko jerawatan

Ada anak SMU
yang lagi ngambek
putih muka kamu
mirip sekali buah Kesemek


Minum sekuteng
pake kue cucur
gue ganteng
tapi lu ko ancur
deket muara, ada madu dn jamu...
nonton tv sambil minum jamu.
gra 2 rndu bertahun ma qm.
lihat sapi pun mirip kamu.


Wajahmu memang imut,
Bodimu kaya siput,
Tingkahmu membuat qu salut,
Tapi sayang hobimu kentut.

buka facebook
harus pakai kata sandi
kamu bau ketek
karena gak mandi


Burung perkutut
burung kutilang
lo kentut
gax bilang bilang

Malam hari main kolintang...
Bersama pacar tersayang...
Bagaimana hati tidak bimbang...
Kepala botak minta di kepang..


Buah kedodong
Buah atep
Dulu bencong
Sekarang tetep

ada' soimah'
megang' kayu'
'tyuz'' masalach''
buatz' lou


Buah mangga buah kedongdong
buah nanas buah apel
buah manggis buah duren
itulah nama" buah buahan.''

Kisah Abu Nawas

Memilih Jalan ke Hutan yang Indah

Maaf sob, Kisah Abu Nawas sempat vacuum dalam beberapa bulan kemarin, dan sekarang hadir kembali dengan menyuguhkan kisah abunawas lain yang tak kalah menariknya.

Lewat kecerdasan yang yang dimiliki Abu Nawas, dia mampu menunukkan jalan untuk menuju hutan yang sangat indah. Atas usahanya tersebut, abunawas pun mendapatkan hadiah dari Sang Raja Harun Ar-Rasyid.
Bagaimana kisahnya...

Hutan yang Indah

Berikut Kisahnya.

Pada suatu hari yang cerah, Raja Harun Ar-Rasyid mengalami kejenuhan dan berencana hendak pergi ke hutan yang terkenal akan keindahannya. Raja pun mengajak Abu Nawas sebagai pemandu dalam perjalanan tersebut.
"Siap, Paduka Raja," kata Abu Nawas.
Rupanya Abu Nawas tidak keberatan dengan ajakan Rajanya tersebut, dan berangkatlah mereka ke hutan dengan mengendarai keledai sambil bercengkerama di sepanjang perjalanan.

Tanpa terasa mereka sudah menempuh hampir seprauh perjalanan dan tibalah mereka di pertigaan jalan yang jauh dari rumah penduduk. Mereka berhenti karena ragu, ke arah mana hutan yang dituju. Setahu mereka, kedua jalan itu memang benar menuju hutan ang mereka tuju, hutan wisata yang berisi binatang-binatang buas.

Abu Nawas pun angkat bicara.
"Paduka, saya sarankan agar kita tidak usah meneruskan perjalanan."
Kenapa, wahai Abunawas?" kata Paduka Raja.
"Hamba berkata demikian, karena kalau kita salah pilih jalan, jangan-jangan kita tidak pernah kembali lagi. Bukankah akan lebih bijaksana kalau kita meninggalkan sesuatu yang meragukan?" jawab Abu Nawas.

Satu Pertanyaan saja.
Dalam kebimbangan, anak buah Paduka Raja, yang masih merupakan teman Abu Nawas berkata.
Aku pernah mendengar ada dua orang kemnbar yang hidup di semak-semak sebelah sana, " kata Ajudan.
"Apakah engkau mengenalnya?" tanya Abu Nawas.
"Tidak juga, mereka adalah si yang memiliki rupa sangat mirip, yang satunya selalu berkata jujur dan satunya selalu berkata bohong" jawabnya.
"Baiklah, kita istirahatu dulu, nanti kita menuju ke rumah si kembar," kata Abu Nawas.

Abu Nawas, Paduka Raja dan prajuritnya kemudian beristirahat sejenak sambil makin. Seusai makan mereka menuju ke rumah si kembar bersaudara itu.
Setelah pintu diketok, maka keluarlah salah satu dari mereka.
"Maaf, aku snagat sibuk hari ini, engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja, tidak lebih," katanya.

Abu Nawas pun mendekati salah satu si kembar beda sifat itu dan mulai menyakan jalan yang menuju hutan yang indah dengan berbisik. Dan salah satu si kemabr itu pun menjawabnya denga berbisik pula. Setelah itu Abu Nawas dan rombongan segera pamit untuk meneruskan paerjalanan.
"Paduka Raja, hutan yang kita tuju jalan sebelah kanan," kata ABu Nawas.
"Bagaimana engkau bisa tahu harus ambil jalan arah kanan? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya tadi orang yang selalu berkata benar atau berkata berkata bohong?" tanya Paduka Raja.
"Wahai, Paduka, orang yang aku tanyai tadi menunjukkan jalan sebealh kiri," kata Abu Nawas.

Paduka Raja masih juga belum mengerti dengan perkataan Abu Nawas.
"Apa maksudnya?" tanya raja.
"Karena orang itu menunjukkan jalan sebelah kiri?" jawab Abu Nawas.
"COba jelaskan kepadaku," kata Raja.

Tadi aku bertanya ke orang itu,
"Apakah yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan mana yang menuju hutan yang indah?" Dan dia menjawab sebelah kiri. Dengan pertanyaan itu siapapun yang aku tanya entah si kembar yang selalu berbohong maupaun si kembar yang selalu berkata benar pasti akan menjawab sebelah kiri.

Jawabannya:
1. Bila yang ditanya tadi orang yang selalu berkata benar.
"Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab ia tahu saudara kembarnya selalu berkata bohong."

2. Bila yang ditanya tadi orang yang selalu berkata bohong.
"Jalan sebelah kiri, karena ia tahu bahwa saudara kembarnya akan mengatakan sebelah kiri sebab saudaranya selalu berkata benar."
( Mengert tidak ya sob dengan penjelasan Abu Nawas ini. Baca deh berulang2 biar faham.)

Akhirnya rombongan raja itu memilih jalan yang ditunjuk abunawas, tak lama kemudian masuklah mereka ke dalam hutan yang memiliki pemandangan yang indah. Raja pun menjadi senang dan memberikan sebuah hadiah kepada AbuNawas.

Jenis-Jenis Komponen Komputer dan Penjelasannya



Power Supply



Ibarat sebuah mobil yang tidak bisa berjalan jika tidak memiliki bahan bakar, maka sebuah komputer pun tidak akan bisa nyala atau berfungsi jika tidak memiliki power supply atau PSU (Power Supply Unit) ini. Power supply adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk mensuplai arus listrik ke komponen-komponen komputer lainnya seperti motherboard, hard disk, optical disk drive, dan lain sebagainya.



Cashing

Cashing komputer adalah sebuah komponen komputer yang berfungsi sebagai tempat kita meletakkan atau menempelkan motherboard, power supply, optical disc drive, hard disk, dan lain sebagainya. Casing komputer ini dibedakan berdasarkan ukurannya yang sering disebut juga sebagai form factor (seperti ATX dan Micro ATX) dimana form factor ini mengacu kepada form factor motherboard yang didukungnya

Video Card

Video card ini adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menghasilkan output gambar untuk ditampilkan di monitor. Sebelum membeli sebuah video card, kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot video card apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah slot PCI, AGP, PCI-X, PCI Express, atau lain sebagainya.








Motherboard / Mainboard

 
Motherboard adalah komponen komputer tempat kita menancapkan atau memasangkan komponen-komponen komputer lainnya seperti processor, video card, sound card, hard disk, dan lain sebagainya. Motherboard berfungsi untuk menghubungkan setiap komponen-komponen komputer tersebut agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Setiap motherboard memiliki spesifikasi-nya masing-masing, spesifikasi seperti processor apa yang didukungnya dan berapa kapasitas maksimal RAM yang didukung oleh motherboard tersebut.

Processor











Jika sebuah komputer diibaratkan sebagai seorang manusia, maka processor adalah otak manusia tersebut. Processor atau CPU (Central Processing Unit) adalah sebuah komponen komputer yang bertugas untuk mengeksekusi instruksi atau melakukan perhitungan-perhitungan. Sebelum membeli sebuah processor kalian harus mencari tahu terlebih dahulu socket processor apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah socket AM2, socket LGA, atau lain sebagainya.
 
 
RAM














RAM adalah singkatan dari Random Access Memory, yaitu sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data sementara dari suatu program yang sedang kita jalankan dan data-data tersebut bisa diakses secara acak atau random. Sebelum membeli sebuah RAM kalian harus mencari tahu terlebih dahulu slot RAM apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah SDRAM, DDR, DDR2, DDR3 atau lain sebagainya.

Hardisk 














Hard disk adalah komponen komputer tempat kita menyimpan data. Semakin besar kapasitas hard disk yang kita miliki di komputer kita maka semakin banyak juga data yang bisa kita simpan di komputer kita tersebut. Sebelum membeli hard disk kalian harus mencari tahu terlebih dahulu interface hard disk apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SCSI, SATA, atau lain sebagainya.

Optical Disc Drive















Walaupun tanpa sebuah optical disc drive komputer kita bisa nyala atau berfungsi, tetapi rasanya tanpa komponen komputer yang satu ini komputer kita seperti terisolasi dari dunia luar, terisolasi dari dunia luar maksudnya kita akan kesulitan jika suatu saat ingin meng-copy data, meng-install program, menonton film VCD atau DVD, yang semuanya tersimpan di dalam sebuah keping CD atau DVD. Optical Disc Drive ini bisa berupa CD-ROM, DVD-ROM, DVD-RW, Blue-Ray, atau lain sebagainya. Sebelum membeli sebuah optical disk drive kalian harus mencari tahu dulu interface apa yang dimiliki oleh motherboard kalian, apakah IDE, SATA, atau lain sebagainya.


Monitor















Monitor adalah komponen komputer yang berfungsi untuk menampilkan gambar yang di-output dari video card. Monitor komputer yang banyak tersedia di pasaran saat ini adalah monitor CRT (monitor tabung) dan monitor LCD, namun saat ini kebanyakan orang-orang lebih memilih menggunakan monitor LCD (terutama di kantor-kantor) karena monitor LCD ini selain tampilannya lebih modern, juga memiliki kelebihan lainnya yaitu hemat space dan hemat listrik.

Keyboard













Keyboard adalah sebuah komponen komputer inputan yang berfungsi sebagai alat untuk mengetikkan sesuatu. Selain keyboard standard, keyboard komputer saat ini memiliki model bermacam-macam, seperti keyboard mini, keyboard fleksibel yang bisa dilipat, keyboard wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.
 

Mouse













Mouse adalah komponen komputer inputan yang berfungsi untuk menggerakan cursor di layar monitor kita dan untuk meng-klik sesuatu seperti tombol-tombol di sebuah program aplikasi. Mouse juga bermacam-macam modelnya, ada mouse standard, mouse untuk keperluan gaming, mouse wireless yang menggunakan bluetooth, dan lain sebagainya.

Cerpen Liburan Ke Pantai

Liburan Ke Pantai!

Liburan semester kedua telah memasuki hari pertama. Anak-anak kelas 1, 2, 3 B dan anak-anak kelas 1, 2, 3 D diajak oleh wali kelas masing-masing untuk berlibur bersama ke pantai.
Beberapa anak senang dengan ide tersebut, tetapi ada juga yang tidak setuju dan malas ikut. Anak-anak yang tidak setuju itu memang benar, soalnya liburan semester kedua ini pasti akan ramai sekali. Banyak anak-anak dari sekolah laen yang juga berliburan ke pantai. Sayangnya, anak-anak yang setuju tidak percaya dengan alasan itu. Setelah mengambil suara, di putuskan bahwa anak-anak akan tetap pergi berlibur ke pantai.
Pagi hari itu, 6 bis sekolah sudah berparki di depan gerbang sekolah. Anak-anak kelas B dan D tanpa membuang-buang waktu langsung menyerbu ke dalam bis. Beberapa anak yang tidak kebagian tempat di dalam bis, terpaksa duduk di atas atap bis.
“Apa semua anak sudah naik?!” tanya Mr.Shareda setengah berteriak kepada anak-anak kelas 1B.
“SUDAH!” jawab anak-anak kelas 1B kompak, Mr.Shareda mengangguk-angguk mengerti, maka ia pun langsung ikut masuk ke dalam bis dan segera duduk di sebelah sopir bis.
“Bisa jalan sekarang?” Tanya sopir bis ramah.
“Ya, ya, silahkan jalan sekarang.” Bis kelas 3B melau terlebih dahulu diikuti 3D, 2B, 2D, 1B, dan yang terakhir jelas 1D.
Selama perjalanan, di dalam bis anak-anak kelas 1B, beberapa anak sibuk ngobrol sampai membuat kepala Mr.Shareda nyut-nyutan karena tidak tahan dengan suara gaduh murid-muridnya. Bahkan ada juga beberapa anak yang justru sibuk membaca dengan seriusnya.
“Asyik! Akhirnya, kita liburan ke pantai!” sorak Mikan senang.
“Ya jelas senenglah, soalnya juga ada anak kelas 1D,” sela Asani yang duduk tepat di belakang Mikan.
“Kok bisa?” tanya Anake penasaran sambil menoleh ke belakang dimana Mikan duduk tepat di belakangnya. “Kalo boleh tau, kenapa sih, kamu seneng banget kalo ada anak kelas 1D?”
“Huuu... mau tau aja!” jawab Mikan dengan nada centil.
“Cappeeee deh...,” gumam Ine yang duduk di sebelah kiri Anake.
“Kalo mau tau, itu karena di kelas 1D, ada Khansamu atau julukan lainnya Yasamikan,” sahut Asani dari belakang Mikan. Iko, Itsuki, Ichiko, dan Erashui yang duduk di barisan belakang beredhem penuh arti.
“Apaan sih?” sergah Mikan dengan nada sebal.
“Enggak apa-apa kok!” jawab mereka berlima serempak, membuat hati Mikan tambah panas.
Mr.Shareda yang berusaha tidur hanya malah nambah nyut-nyutan kepalanya karena pusing mendengar suara gaduh dari arah belakang tempat murid-murid kelasnya duduk. Hah... mau santai malah menderita! 'Nasih... nasib.... kenapa selalu kebagian jadi wali kelas yang muridnya aneh-aneh....' Pikirnya lemas sambil geleng-geleng kepala.
Setelah perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, akhirnya mereka sampai di pantai yang mereka tuju, yaitu pantai Oscar Ocean yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota tempat mereka tinggal.
Kemudian, para sopir bis memakirkan bisnya masing-masing di tempat parkir khusus untuk bis wisata. Setelah diparkirkan, anak-anak kelas 1, 2, 3 B dan D langsung keluar dari mobil sambil meneteng tas bawaan masing-masing. Mr.Shareda turun dari bis dengan perasaan yang amat sangat senang. 'Fuuhh... syukurlah sudah sampai.. dengan begini akhirnya aku bisa tidur dengan tenang dan santai tanpa ada gangguan sedikit pun...' Batinnya dalam hati.
Mr. Shulli, kepala sekolah Maruke Junior High School memberi arahan kepada murid-muridnya. “Anak-anak kalau kalian semua ingin berenang, lebih baik kalian letakkan dahulu barang bawaan kalian di hotel yang sudah pihak sekolah pesankan.”
“YAA....!!!” jawab mereka semua serempak.
Kemudian setelah meletakkan barang bawaan masing-masing di hotel yang sudah di pesankan oleh pihak sekolah pekan lalu, anak-anak kelas 1B yang paling semangat, langsung berlari menyerbu pantai.
“HOREE! HOREE! Akhirnya, setelah sekian lama aku bisa berenang sambil gaya juga!” sorak Andie, senang setelah ia berhasil memperagakan berbagai macam gaya berenang di air kepada teman-temannya.
“Cemen banget sih lo, baru bisa berenang aja udah kesenengan gitu!” sindir Ine, yang sebenernya merasa iri pada Andie karena dirinya tidak bisa bergaya dalam air, jangankan bergaya, berenang aja sebenernya GAK BISA!
“Emang gue pikirin....,” balas Andie cuek bei-beh. Ine memandang Andie dari belakang dengan sebal sambil memanyunkan bibirnya (ini sudah menjadi ciri khas Ine saat marah atau pun ngambek).
“JUMP!!” Noushiko, Iffle, Arkle, dan Akiyo loncat bersamaan ke dalam laut sambil teriak dengan bersamaan pula.
BYUURR!!
Mereka berempat masuk ke dalam laut yang paling kedua setelah Andie barusan. Anak-anak yang lain pun tidak lama kemudian ikut menyusul lompat ke dalam laut.
“Puah! Enak banget!” sahut Noushiko setelah memunculkan kepalanya dari dalam air. Akiyo yang muncul di sebelahnya mengangguk setuju. Dari jauh, Mr.Shareda mengamati murid-murid kelasnya sambil tersenyum puas. 'Ah... akhirnya, tidak ada yang menggangguku...' Batinnya lega.
Mr.Shareda menggelar tikar tepat di bawah pohon kelapa dan tanpa buang-buang waktu beliau langsung merebahkan tubuh rentanya di atas tikar yang baru saja di gelarnya.
Tidak terlalu jauh dari tempat itu. Anake, Kin, Takeshi, Mikan, dan Rei sedang mengamati Mr.Shareda dengan seksama.

“Sip, sasaran aman, bisa kita bidik sekarang?” tanya Mikan tidak sabaran pada Rei.
Laki-laki bertubuh bantet itu mengangguk mantap seraya mengeluarkan 3 buah ketepel dari saku celana renangnya, bersamaan dengan Takeshi yang juga sibuk mengeluarkan puluhan batu kerikil yang ia dan Rei kumpulkan sebelum berangkat tadi.
“Edan banget sih kalian, sempet-sempetnya bawa batu kerikil sama ketepel!” kata Anake sambil merebut salah satu ketepel yang di bawa oleh Rei. “Aku pinjem satu ya!” sambungnya sambil tersenyum jahil.

“Eh, aku juga dong!” Mikan ikut-ikutan ngambil ketepel Rei.
“Huu...! Makanya jangan bawa baju ama majalah doang! Bawa juga dong, alat-alat hiburan, kayak gini neehhh.....,” ucap Rei, pamer sambil mengacung-acungkan ketepel terakhirnya tinggi-tinggi.
“Alah, berisik banget sih lo!!” sergah Kin sambil merebut ketepel terakhir Rei.
“Yah, yah, jangan dong....,” kata Rei sambil berusaha merebut kembali ketepel terakhirnya dari tangan Kin. Akhirnya dengan susah payah, Rei berhasil mendapatkan ketepel terakhirnya.
“Oh... ketepelku yang malang, kau barusan di pegang oleh manusia jadi-jadian satu ini....,” ucap Rei sambil mengelus-ngelus ketepelnya dengan penuh rasa kasih sayang.
“Hah? Apa katamu barusan?!” Kin mengacungkan tinjunya di depan wajah Rei.
“Eng, enggak kok...,” jawab Rei gelagapan sambil geleng-geleng panik.
“Dasar! Sekali lagi kamu ngece sama aku...,” Kin berhenti sebentar, “...bakal mampus lo!” ancamnya sambil menarik tinjunya kembali.
“Fiuh...,” Rei menghembuskan napas lega. Hampir aja jadi makan siang Kin! Ucapnya dalam hati.
“Eh, Takeshi.... gimana sih caranya ngetepel?” tanya Mikan dengan nada merayu.
“Gampang aja kali! Kamu tinggal ambil batu ini...,” Takeshi berjongkok mengambil batu kerikilnya tadi lalu kembali berdiri lagi, “..setelah itu, bidik....,” Ia menarik karet ketepel dan mulai membidik sasarannya, yaitu sebuah kelapa tepat di atas tempat Mr.Shareda berbaring, “...setelah tepat dengan sasaran.... TEMBAK!!” Katanya sambil melepaskan karet ketepel.
SYUUUTTT..... PLETAK! Tembakan Takeshi berhasil mengenai sasaran dengan sempurna.
“Wauw... hebat banget, coy!” puji Kin dari belakang Mikan.
“Oke, berikutnya aku!” serobot Anake seraya memasang ketepelnya dan mulai membidik.
“Kamu mau nembak apa?” tanya Mikan heran.
“Hmm...,” Anake terlihat berpikir sebentar, “..mulut Mr.Shareda,” jawabnya tidak lama kemudian.
Baik Mikan, Takeshi, mau pun Kin, ketiganya langsung menganga hebat mendengar jawaban Anake. Bahkan Rei yang sedang sibuk mengelap ketepelnya dengan serbet yang ia bawa, nyaris saja melemparkan benda pusaka kesayangannya yang sudah mulus dan mengkilap itu karena saking kagetnya.
“Serius?!” tanya Kin tidak prcaya. Anake hanya mengangguk-angguk saja. Saat Mr.Shareda menguap, Anake dengan cepat langsung melepaskan karet ketepelnya.
“SEKARANG!!” serunya. SYUUTT.... HAP, GLEKK!
Mr.Shareda tanpa sadar ternyata telah menelan batu kerikil yang di tembakkan oleh Anake! (Hebar banget, coy...!) Takeshi, Rei, Kin, Mikan, bahkan Anake, semuanya memandang takjub Mr.Shareda dari kejauhan dengan mulut menganga.
“Heb, hebat banget....,” gumam Anake tidak percaya.
Tiba-tiba, CTAKK! BUKK!!
“Suara apaan, tuh?!” tanya Takeshi pada yang lainnya.
“Oh My God!” seru Anake, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Takeshi, Mikan, dan Kin pun tidak kalah kaget ketika melihat apa yang di lihat oleh Anake.
“Eh Rei, bidik sih bidik, tapi kenapa nyampe....,”
“Nyampe apa? Maksudmu nyampe mutusin buah kelapa dan jatuh tepat nimpa muka Mr.Shareda, gitu?” ambung Rei sambil menoleh ke arah Takeshi.
Laki-laki bertubuh jakung itu hanya mengangguk-angguk tidak sadar. Rei memang tadi membidik buah kelapa, tetapi ia tidak tahu kalau buah kelapa yang ia kenai itu sampai jatuh dan menimpa muka Mr.Shareda. Lihat aja, nyampe bonyok gitu mukanya! Bahkan gigi-gigi tonggos mengkilapnya sampe ikut rata! Mendadak Mr.Shareda gelegep-gelegep kayak orang kesurupan. Takeshi dan yang lainnya menjadi panik saat melihat hal tersebut.
“Aduh, jangan-jangan Mr.Shareda punya penyakit lagi! Kok nyampe gelegep-gelegep gitu sih!” kata Anake cemas.
Tiba-tiba, “UARGH!!” Mr.Shareda dengan sekuat tenaga mengangkat buah kelapa yang menimpa mukanya.
“SIALAN! SIAPA YANG BERANI NGELEMPAR KELAPA INI KE MUKA SEORANG GURU, HAH?!!” omelnya sembari melempar buah kelapa yang tadi di angkatnya ke sembarang arah.
“Aduh.... kalo nyampe ketahuan, mampus kamu Rei!” kata Kin sambil menepuk pundak cowok berkulit coklat itu.
“Alah, biarin aja lho! Kalian ini kayak gak tau Mr.Shareda aja!” balas Rei, “Beliau itukan guru terpikun di sekolah! Jam pelajaran sendiri aha gak hapal! Mana sering nyasar ke kelas laen lagi!”
“Bener banget kamu Rei, palingan besok pagi udah lupa,” timpal Takeshi sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Mr.Shareda bangkit dari tidurnya dan kembali melipat tikarnya.
“Huh, gak srek kalo tidur di sini, banyak yang rese’!” keluhnya setelah selesai melipat tikarnya kembali. 'Huh..., kali ini aku akan tidur di hotel saja..!' Pikirnya berusaha tenang sambil beranjak pergi dari tempat itu.

Tidak lama setelah kejadian itu, anak-anak dari kelas lain ikut berdatangan. Ada yang membawa ban renang, papan seluncur, dan lain-lainnya.
Sore harinya, mereka semua baru kembali dari pantai. Sebagian anak ada yang langsung mandi dan membenahi diri mereka, sebagiannya lagi ada yang langsung menyantap makanan yang sudah di pesankan oleh sekolah untuk mereka.
Kemudian malamnya, anak-anak dari kelas 1B berdiskusi tentang kegiatan apa yang akan mereka lakukan besok pagi. Dan akhirnya setelah melalui perdebatan yang panjang dan membuang banyak waktu, akhirnya diputuskan bahwa kegiatan yang akan diadakan besok adalah “Lomba Berenang Khusus Untuk Para Guru”.
Dan saat ide itu diceritakan kepada para murid dari kelas lain, ternyata mereka semua setuju, bahkan para guru pun begitu. Maka ditetapkanlah, kegiatan mereka besok adalah mengadakan “Lomba Berenang Khusus Untuk Para Guru”.
Keesokan pagi harinya, anak-anak kelas 1, 2, 3 B dan D berkumpul di tepi pantai bersama dengan wali kelas masing-masing, juga tidak ketinggalan dengan Mr. Shulli (kepala sekolah), Mr. Cavent (wakil kepala sekolah), dan Mrs. Tinoe (guru Counselee Guidance).
Mereka melakukan pemanasan sebentar untuk merenggangkan tulang. Semua wali kelas kini sudah siap berdiri di garis Start (termasuk Mr.Shareda).
Semua wali keals sudah siap terjun, Aystle yang di percaya sebagai wasit sudah mulai menghitung mundur. “Semua siap, aku akan menghitung mundur dari 10... 9... 8... 7... 0!! MULAI!!” serunya seraya meniup peluit tanda bahwa pertandingan telah dimulai.
PRIIITTT!!! Spontan para guru termasuk anak-anak yang lain kaget karena baru angka 7, Aystle sudah menyebut angka 0 dan langsung meniup peluit. Akibatnya, beberapa guru jerit-jerit karena kaget. (Dikiranya ada bom, kali!).
Konsentrasi para guru sudah mulai kembali, mereka secepat mungkin berlari meninggalkan tepi pantai dan langsung loncat ke laut.
BYUR! BYUR! BYUR!
“MR.SHAREDA! MR.SHAREDA! MR.SHAREDA!” anak-anak kelas 1B memberinya semangat.
“MRS. SURHINA! MRS. SURHINA! MRS. SURHINA!” anak-anak kelas 1D tidak mau kalah memberi semangat pada wali kelas mereka.
“MRS. SYUILLA! MRS. SYUILLA! MRS. SYUILLA!” sorak anak-anak kelas 2B antusias.

“MRS. HESSINA! MRS. HESSINA! MRS. HESSINA!” anak-anak kelas 2D tidak kalah antusias rupanya.
“MR. TEX! MR. TEX! MR. TEX!” anak-anak kelas 3B kompak memberi semangat wali kelas mereka.
“MRS. DENADA! MRS. DENADA! MRS. DENADA!” ternyata anak-anak kelas 3D tidak kalah kompak.
Para guru yang disemangati oleh anak-anak dari kelas mereka masing-masing, makin merasa semangat. Dan semangat Mr.Sharedalah yang paling membara.
“Garis finishnya ada disana!” seru Aystle seraya menunjuk ke arah yang di maksudnya, yaitu sebuah bola karet berwarna merah yang mengapung di atas air.
Saat ini posisi pertama dipegang oleh Mr. Tex, kedua Mrs. Surhina, ketiga Mrs. Denada, keempat Mrs. Hessina, kelima Mr.Shareda, dan yang terakhir Mrs. Syuilla.
“AYO! AYO! AYO!” anak-anak itu semakin antusias memberikan semangat kepada wali kelas mereka masing-masing. Celakanya, Mr.Shareda mulai kelelahan dan merasa lemas, beliau pun makin tertinggal jauh di belakang. Melihat wali kelas mereka mulai kelelahan, anak-anak kelas 1B menjadi panik.
“Aduh... gawat! Mr.Shareda sudah mulai loyo nih!” kata Andie sambil mondar-mandir kayak orang gila.
“Kita harus menyemangatinya lebih keras lagi, ayo!” ajak Arkle.
“Ya, Arkle benar! Mr.Shareda sudah berjuang, masa kita akan membiarkannya menyerah begitu saja, sih?!” timpal Takeshi.
“Benar sekali! Kitakan murid-murid kelas 1B, murid terpilih dan terfavorit! Masa hanya diam saja melihat wali kelasnya sekarat.. eh maksudnya menyerah!” Anake ikut menambahi. Yang lainnya mengangguk setuju, maka dimulailah sorakan mereka yang paling heboh.

“MR.SHAREDA JANGAN MENYERAH!!”
“MR.SHAREDA KAU PASTI MENANG!! AYO MAJU!!”
“JANGAN MAU KALAH!!”
“BUKAN BERARTI KARENA MR.SHAREDA SUDAH TUA DAN TULANGNYA UDAH HAMPIR KARATAN SEMUA, ANDA LANGSUNG MAU MENYERAH BEGITU SAJA!!”
Semua anak kelas 1B menyemangati Mr.Shareda tanpa henti. Mr.Shareda yang mendengar sorakan semangat dari murid-muridnya menjadi terharu. Ia tidak menyangka dibalik kelakuan nakal dan brutal murid-muridnya, ternyata mereka menyimpan perasaan kekeluargaan yang begitu besar!
“Kalian... hiks..!” Mr.Shareda mengelap air matanya yang sudah berlinang karena terlalu terharu. 'Benar...! Aku tidak boleh menyerah, perjalananku masih panjang dan aku tidak boleh menyerah di tengah jalan! Aku tidak boleh mengecewakan murid-muridku yang sudah mendukungku dan menyemangatiku sampai saat ini!' Ucapnya semangat, dalam batin.
Mr.Shareda mulai menggerakkan tangan dan kakinya lagi dan mulai berenang dengan semangat yang lebih tinggi tentunya.
“HYYAAAAA!! AKU TIDAK AKAN MENGECEWAKAN MURID-MURIDKU!!” serunya dengan suara lantang. “AKAN KUTUNJUKKAN TRIK RAHASIAKU SAAT LOMBA RENANG!! LIHAT INI!!!” Mr.Shareda menggerakkan kaki dan tangannya dengan super cepat, walau pun sebenarnya Mr.Shareda merasa tulang-tulangnya sudah mulai soakan.

Mr.Shareda berenang bagai di kejar gerombolan hiu yang siap memangsanya. Mr.Shareda pun berkali-kali berusaha memcah ombak yang menerpa dirinya dengan giginya yang merupakan satu-satunya alat yang ia punya untuk bertatung (gigi besi, euyy!!). Mr.Shareda dengan gesit mulai menyusul Mrs. Syuilla, kemudian perlahan-lahan beliau mulai menyusul lagi Mrs. Hessina dan Mrs. Dennada.
“YEAA!!” anak-anak kelas 1B kembali besorak penuh kemanangan. Mrs. Surhina dan Mr. Tex yang merasa tersaingi oleh Mr.Shareda pun ikut menambah kecepatan, tetapi sia-sia saja, pada akhirnya beliau berhasil menyusul kedua orang itu dan keluar sebagai pemanang.
“YAHUII! MR.SHAREDA MENANG!!!” sorak anak-anak kelas 1B ketika melihat wali kelas mereka berhasil melewati bola karet yang mereka anggap sebagai garis finish. Sedangkan anak-anak kelas lainnya hanya menghela napas pasrah saja dengan kekalahan wali kelas mereka.
Saat semua guru sudah kembali ke pantai, Mr.Shareda yang berada di antaranya langsung disambut ceria oleh anak-anak kelas 1B.
“Mr.Shareda hebat lho!” puji Tynna.
“Iya, hebat banget! Aku aja enggak bisa berenang secepat itu!” timpal Umiko.
“Iya, iya, terima kasih juga atas dukungan kalian, ya,” Balas Mr.Shareda sambil tersenyum kecil saja, tetapi dalam hati beliau GR setengah mampus. Setelah puas memberikan berbagai macam ucapan selamat, Mr. Cavent mengajak mereka semua bersenang-senang di hari terakhir mereka berlibur di pantai tersebut.
Ada sebagian anak yang berenang, sibuk membaca buku di bawah pohon kelapa, berjemur, bermain pasir, melakukan penelitian, foto-foto, bahkan ada sebagian juga yang justru sibuk mojok dengan pasangannya masing-masing.
Sore harinya, mereka semua kembali ke hotel. Setelah semua anak dan para guru membersihkan diri, Mr. Shulli dan Mr. Cavent mengajak semua anak dan para guru makan bersama di tepi pantai. Semua persiapan sudah di siapkan oleh anak kelas 3 siang tadi saat semuanya sedang bersenang-senang.
Kemudian, pukul 18.45, mereka semua berkumpul di tepi pantai dan memulai acara makan bersama mereka. Beberapa anak terlihat berebut daging panggang yang sudah hampir matang.
“Oi... bagi-bagi dong...,” Rintih Noushiko karena tidak kebagian makanan gara-gara semua jatahnya udah ke’emplok sama Dannies yang super rakus.
Sambil makan, mereka juga menikmati acara api unggun dan atraksi yang di lakukan oleh beberapa anak dari setiap kelas. Setelah itu, di susul dengan acara cerdas-cermat, games, dan tentu saja acara bernanyi dan menari bersama.
Beberapa anak yang mengikuti ekstrakurikuler tari, boleh menunjukkan trik-trik menari mereka sambil diiringi oleh musik pulihan mereka sendiri, begitu pun dengan anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler vokal, mereka tidak segan-segan bernyanyi dengan suara super nyaring yang nyaris memecahkan kaca-kaca di sekitar mereka.
Tetapi bagi mereka yang tidak mengikuti kedua ekstrakurikuler tersebut juga boleh kok ikut menunjukkan kebolehan mereka.
Pukul 22.30 Mr. Shulli menutup acara makan bersama mereka dengan pidatonya yang panjang lebar, bahkan nyaris tanpa koma. Pukul 24.00, mereka baru kembali ke hotel sesudah berakhirnya pidato Mr. Shulli yang super panjang.

Keesokan paginya, mereka semua sibuk membenahi barang masing-masing karena pada hari itu juga mereka akan kembali ke sekolah mereka. Dan akhirnya, setelah berjuang dan bersusah paah kelua dari kekacauan yang terjadi pagi itu, mereka semua selesai membenahi barang-barang mereka.
“Semua sudah pada naik?” Tanya Mr.Shareda pada murid-murid kelasnya.
“Sudah!!” Jawab anak-anak kelas 1B, serempak dan semangat.
Mr.Shareda mengangguk puas lalu ikut naik ke dalam bis. Kemudian, setelah anak-anak kelas lainnya masuk ke bis masing-masing, mereka semua pun mulai berangkat meninggalkan pantai Oscar Ocean.
TAMAT